<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kejari Ngada &#8211; RakyatFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://rakyatflores.com/tag/kejari-ngada/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rakyatflores.com</link>
	<description>Cepat, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Apr 2025 09:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://rakyatflores.com/wp-content/uploads/2024/06/Ikon-Situs-512-80x80.png</url>
	<title>Kejari Ngada &#8211; RakyatFlores.Com</title>
	<link>https://rakyatflores.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Breaking News: Empat Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan di Nagekeo Dilimpahkan ke Kejari Ngada</title>
		<link>https://rakyatflores.com/hukum-kriminal/breaking-news-empat-tersangka-dugaan-korupsi-pembangunan-pasar-ikan-di-nagekeo-dilimpahkan-ke-kejari-ngada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[RakyatFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 09:10:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Ngada]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rakyatflores.com/?p=5005</guid>

					<description><![CDATA[RAKYATFLORES.COM &#124; MBAY-Penyidikan terhadap dugaan korupsi pembangunan pasar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RAKYATFLORES.COM | MBAY-</strong>Penyidikan terhadap dugaan korupsi pembangunan pasar ikan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo yang bergulir sejak tahun 2019 lalu kini mulai memasuki babak baru.</p>
<p>Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagekeo melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akhirnya menyerahkan empat tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngada pada hari ini, Selasa 29 April 2025.</p>
<p>Keempat tersangka yang diserahkan itu berinisial AR, TPB, HS, dan FMEK. Selain keempat tersangka, Unit Tipikor Polres Nagekeo juga menyerahkan barang bukti.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Nagekeo Iptu Leonardo Marpaung, S.I.P mengatakan penyerahan keempat tersangka itu dilakukan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngada menyatakan berkas perkara tersebut lengkap (P-21).</p>
<p>Selain itu, penyerahan tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah dasar hukum dan surat perintah, termasuk LP/A/3/III/2023 dan surat perintah penyidikan berjenjang hingga April 2024.</p>
<p>&#8220;Kita serahkan ke Kejari Ngada, tapi tempatnya di Kejati NTT, karena nanti sidangnya di Pengadilan Tipikor Kupang,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ampera Gandeng Kejari Ngada Mitigasi Pengelolaan Dana Desa dan Program Makan Siang Bergizi Gratis</title>
		<link>https://rakyatflores.com/regional/ampera-gandeng-kejari-ngada-mitigasi-pengelolaan-dana-desa-dan-program-makan-siang-bergizi-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[RakyatFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 05:15:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Ampera]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Ngada]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Siang Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Dana Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rakyatflores.com/?p=4374</guid>

					<description><![CDATA[RAKYATFLORES.COM &#124; BAJAWA-Aliansi Masyarakat Pejuang Kebenaran Benteng Tawa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RAKYATFLORES.COM | BAJAWA-</strong>Aliansi Masyarakat Pejuang Kebenaran Benteng Tawa Raya (Ampera) menggandeng pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngada melakukan mitigasi pengelolaan dana desa dan program makan siang bergizi gratis di Kantor Kepala Desa Benteng Tawa I, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 30 Januari 2025.</p>
<p>Ketua Ampera Benteng Tawa Raya Yohanes Donbosko Ponong mengatakan bahwa, Ampera merupakan wadah kekuatan masyarakat sipil yang ada di desa. Sebagai media perjuangan dan pendidikan, Ampera bertugas untuk merespons berbagai isu aktual baik level nasional, regional dan daerah agar disampaikan kepada masyarakat yang ada di tingkat desa.</p>
<p>&#8220;Jadi sejak berdiri pada tahun 2013, Ampera sudah banyak melakukan kegiatan yang di wilayah Benteng Tawa raya-kecamatan Riung barat. Hal ini dilakukan semata-mata demi membuka cakrawala berpikir masyarakat sehingga masyarakat tidak boleh tereksploitasi oleh ketidaktahuan mereka,&#8221; kata Ketua Ampera Benteng Tawa raya Yohanes Donbosko Ponong dalam sambutannya ketika membuka kegiatan sosialisasi mitigasi pengelolaan dana desa dan alternatif penyelesaian persoalan di luar pegadilan atau restoratif justice dan program maka siang bergizi sehat sebagai program primadona presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Bosko yang juga adalah anggota DPRD Ngada ini mengatakan, bahwa saat ini tidak sedikit apratur desa yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum karena memiliki kealpaan terhadap regulasi dalam pengelolaan dana desa. Selain itu, lanjut Bosko bahwa ada persoalan yang tidak semestinya yang berakhir di pengadilan, tetapi bisa ditempuh di luar pengadilan atau restoratif justice.</p>
<p>&#8220;Ada begitu banyak persoalan pengelolaan dana desa yang saat ini ditangani oleh pihak kejasaan Negeri Ngada. Padahal saat ini sudah ada kerja sama antara Kementerian Desa dan Kejaksaan Agung, dimana ada desa-desa yang pernah melakukan sosialisasi pengelolaan dana desa bisa meminimalisir potensi penyalagunaan dana desa dan memperkecil ruang aparat penegak hukum untuk masuk,&#8221; kata Bosko Ponong yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Amanat Demokrat DPRD Ngada ini.</p>
<p>Selain itu, menurut politisi PAN ini, momen sosialisasi pada hari ini juga masyarakat bisa mengetahui ketua disuatu waktu mengalami konflik, bahwa tidak semua persoalan itu bisa disidangkan di Pengadilan, tetapi bisa ada ruang negosiasi dan perdamaian atau restoratif justice.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus TPPO ke Kejari Ngada</title>
		<link>https://rakyatflores.com/hukum-kriminal/polisi-limpahkan-tersangka-dan-barang-bukti-kasus-tppo-ke-kejari-ngada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[RakyatFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2024 07:21:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[JPU]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus TPPO]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Ngada]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Ngada]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka TPPO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rakyatflores.com/?p=1398</guid>

					<description><![CDATA[RAKYATFLORES.COM &#124; BAJAWA-Polres Ngada akhirnya melimpahkan tersangka dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">
<p dir="ltr"><strong>RAKYATFLORES.COM | BAJAWA-</strong>Polres Ngada akhirnya melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngada, Selasa 15 Juli 2024.</p>
<p dir="ltr">Penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut dilakukan setelah pihak penyidik dari Polres Ngada melengkapi berkas perkara sesuai dengan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).</p>
<p dir="ltr">Kasi Humas Polres Ngada, Iptu Sukandar mengatakan hal tersebut kepada <a href="http://rakyatflores.com">rakyatflores.com</a> melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima pada, Senin 15 Juli 2024 siang.</p>
<p dir="ltr">Sukandar menjelaskan bahwa, kasus tersebut bermula ketika pada bulan Mei 2022, tersangka bernama Maria Since Geme alias Since mendatangi rumah saksi bernama Regina Saleh dengan tujuan mencari tenaga kerja untuk bekerja di Jakarta.</p>
<p dir="ltr">Saat itu, korban bernama Yuliana Dopo ingin bekerja membantu orang tuanya, namun ia masih memikirkan ijasahnya yang belum terima dari sekolah. Selain itu, ia juga belum memiliki KTP.</p>
<p dir="ltr">Meskipun belum memiliki ijazah dan KTP, namun tersangka tetap merayu korban supaya berangkat ke Jakarta. Terkait dengan ijazah bisa diambil tahun depan dan KTP akan diurus kemudian.</p>
<p dir="ltr">
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkas Perkara Persetubuhan Anak di Boawae-Nagekeo Telah Dinyatakan Lengkap oleh Kejari Ngada</title>
		<link>https://rakyatflores.com/hukum-kriminal/berkas-perkara-persetubuhan-anak-di-boawae-nagekeo-telah-dinyatakan-lengkap-oleh-kejari-ngada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[RakyatFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2024 01:41:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Boawae]]></category>
		<category><![CDATA[Kasat Reskrim Polres Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus persetubuhan anak dibawah umur]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Ngada]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Unit PPA Polres Nagekeo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rakyatflores.com/?p=1390</guid>

					<description><![CDATA[RAKYATFLORES.COM &#124; MBAY-Berkas perkara kasus persetubuhan anak di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RAKYATFLORES.COM | MBAY-</strong>Berkas perkara kasus persetubuhan anak di salah satu desa di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada September tahun 2023 lalu kini telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngada.</p>
<p>Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nagekeo telah memenuhi semua petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Ngada terhadap kasus tersebut.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Dominggus N. S. L Duran mengatakan hal itu kepada rakyatflores.com melalui pesan singkat whatsapp pada, Senin 15 Juli 2024 pagi.</p>
<p>Iptu Dominggus menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika korban berinisial AMD (8) yang masih berstatus pelajar pada sebuah sekolah dasar di Kecamatan Boawae pergi ke rumah tersangka dengan maksud bermain dengan adik tersangka.</p>
<p>Setibanya dirumah tersangka yang berinisial YFSP (17), tersangka merayu korban dengan memberi handphone kepada korban untuk menonton video Upin-Ipin.</p>
<p>Pada saat korban sedang menonton, tersangka yang juga berstatus sebagai pelajar itu membuka celana korban dan mengangkat paha korban. Tersangka kemudian melakukan persetubuhan terhadap korban.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
