PJ Bupati Boni Ajak Stakeholder Bersama Wujudkan Pelayanan Kesehatan Terintegrasi di Matim

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000834732

“Keuntungan dari pendekatan ini adalah adanya partisipasi aktif segenap stakeholder yang ada di daerah, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Lurah dan desa dan dusun,” kata Gonsa.

Sementara itu, dalam laporan pertanggungjawaban Ketua Panitia Launching ILP, Pranata Kristiani Agas, menjelaskan tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat setiap orang demi terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

“Tujuan pelaksanaan launching ILP adalah untuk membangun komitmen bersama semua pemangku kebijakan, termasuk semua OPD guna memastikan bahwa Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer terlaksana dengan baik demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,” ungkap Kristiani.

“Harapannya, mulai dari dinas Kesehatan, Puskesmas maupun lintas sektoral dapat menerapkan ILP dengan komitmen yang sama,” ungkapnya.

“Dan terakhir adalah Puskesmas Borong sekaligus sebagai Center of Excellence (Pusat Pembelajaran) dalam penerapan ILP  di Matim. Untuk Tingkat Pustu dipilih Pustu Jati dan semua posyandu di bawah Pustu Jati. Perlu juga diketahui bahwa ILP dilakukan di tingkat Puskesmas, Pustu dan Posyandu hingga kunjungan rumah,” kata Kristiani.

Exit mobile version