Pertama, pelibatan tokoh budaya dan adat secara aktif dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan acara.
Kedua, kemitraan lintas sektor, antara masyarakat, pemerintah daerah, pusat, hingga lembaga keagamaan, agar nilai-nilai budaya kita tetap hidup dan inklusif.
Ketiga, integrasi budaya ke dalam pendidikan dan pariwisata, misalnya lewat pameran, program sekolah, atau festival daerah yang dikemas profesional.
Keempat, dorong Gawi Sia masuk kalender budaya nasional. Ini akan membuka ruang bagi masyarakat luas di luar NTT untuk mengenal dan mencintai budaya Flores.
Karena Gawi Sia adalah wajah budaya kita. Gawi mencerminkan identitas, kekuatan sosial, dan modal kultural masyarakat Ende. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, saya yakin budaya ini akan terus hidup dan menjadi kebanggaan bangsa.
