Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat tajam. Kedua tim sama-sama bermain terbuka. Benturan keras warnai permainan kedua tim sehingga menambah panas suasana di Stadion Marilonga.
Namun malapetaka datang bagi Perse Ende di menit ke-82. Pemain CBN bernomor punggung 9 Yohanes Ndake berhasil melesatkan gol kedua. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan CBN.
Perse berusaha bangkit. Harapan sempat kembali menyala ketika wasit menunjuk titik putih di kotak penalti CBN. Adi Atep, sang kapten, maju sebagai eksekutor. Ribuan suporter menahan napas. Tapi bola tendangannya ditepis dengan gemilang oleh kiper CBN. Stadion terdiam. Harapan pun seketika padam.
Kekalahan ini meninggalkan luka mendalam bagi para pendukung Perse Ende. Banyak yang menilai tim asuhan Zulfi Zamrun kurang efektif memanfaatkan peluang emas dan mengalami penurunan stamina di menit-menit akhir pertandingan.
Namun di sisi lain, kemenangan CBN juga diwarnai nada protes. Pelatih Kepala CBN, Joseph Marianus Rewo, menilai keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Perse Ende sebagai keputusan yang keliru.
