ENDE, RAKYATFLORES.COM-Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende menggelar wisuda sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Sebanyak 174 lulusan resmi diwisuda, terdiri atas 79 lulusan Program Studi Ilmu Sosial dan 95 lulusan Program Studi Ilmu Pembangunan.
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan pembangunan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes mengajak para lulusan untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Lulusan perguruan tinggi diharapkan berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberdayakan masyarakat, mendorong pembangunan daerah, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Nilai Serviam, yang berarti “Saya Mengabdi”, turut menjadi pesan penting dalam wisuda tersebut. Nilai ini diharapkan menjadi landasan bagi para lulusan untuk mengabdikan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan demi kepentingan masyarakat luas.
Dalam orasi ilmiah yang disampaikan oleh Patricius Marianus Botha, S.Fil., M.Si., dosen STPM Santa Ursula Ende, disoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan, hak-hak masyarakat lokal, serta dampak sosial dari setiap kebijakan pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya kajian ilmiah yang matang dalam pengembangan sektor pariwisata dan energi panas bumi. Setiap kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan.
Selain itu, partisipasi publik dan kritik masyarakat dinilai sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang demokratis. Pembangunan tidak semestinya hanya ditentukan oleh kepentingan pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi harus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan mengawasi pelaksanaan kebijakan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Ende dan Nusa Tenggara Timur, kehadiran lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui gagasan, inovasi, dan kerja nyata. Persoalan kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kualitas pelayanan publik membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami realitas sosial yang dihadapi masyarakat.
Ketua STPM Santa Ursula Ende, Dr. Bartholy Antony Surya Lengo, S.IP., M.P.A., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat. Ia mengapresiasi perjuangan 174 lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tantangan.
Bartholy menitipkan empat pesan kepada para lulusan, yakni menjaga kompetensi dan integritas, terus belajar serta beradaptasi dengan perkembangan zaman, berkontribusi bagi masyarakat dan daerah, serta menjaga jejaring dan nama baik almamater.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan capaian akreditasi STPM Santa Ursula Ende, yakni Program Studi Ilmu Pemerintahan berstatus Baik dan Program Studi Pembangunan Sosial berstatus Unggul. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Nusa Taruni Bhakti, Dr. Sr. Anita Yosefa, OSU, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ia juga mengapresiasi peran pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, orang tua, serta pemerintah yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan di STPM Santa Ursula Ende.
Ia berpesan agar para lulusan mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, terutama di tengah perkembangan ekonomi dan digitalisasi. Para sarjana diharapkan menerapkan ilmu yang diperoleh dengan menjunjung tinggi integritas, tanggung jawab, serta nilai-nilai Serviam dalam sikap, perkataan, dan tindakan.
Menurutnya, gelar akademik bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk membuktikan kualitas diri melalui karya nyata yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, Gereja, dan bangsa. Pihak yayasan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta mengajak para alumni berkontribusi bagi pengembangan kampus melalui berbagi ilmu, pengalaman kerja, dan keteladanan.
Dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Provinsi Nusa Tenggara Timur, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung pengembangan perguruan tinggi melalui berbagai bentuk fasilitasi sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Ia berharap STPM Santa Ursula Ende terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkualitas, dan berdaya saing. Keberhasilan pendidikan tinggi, menurutnya, tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan alumni menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ia pun mengajak para wisudawan untuk terus berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Dari sisi wisudawan, perwakilan lulusan Anastasya Sargalin dari Program Studi Ilmu Pemerintahan menyampaikan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana merupakan hasil perjuangan panjang selama kurang lebih empat tahun menempuh pendidikan di STPM Santa Ursula Ende.
Ia menggambarkan berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa, mulai dari proses perkuliahan, penyelesaian tugas akademik, hingga perjuangan menyelesaikan skripsi. Menurutnya, toga yang dikenakan para wisudawan bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan representasi kerja keras, doa, dan pengorbanan yang mengantarkan mereka mencapai hari wisuda.
Anastasya juga menyampaikan terima kasih kepada para suster, dosen, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan para wisudawan bukan semata-mata hasil perjuangan pribadi, melainkan juga buah dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga.
Kepada sesama lulusan, ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat. Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan tidak berhenti sebagai ijazah, tetapi diterapkan untuk membawa perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, desa, bangsa, dan negara.
Wisuda ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya terletak pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kemampuan lulusan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan bekal ilmu pengetahuan, integritas, kepekaan sosial, dan semangat Serviam, sebanyak 174 sarjana STPM Santa Ursula Ende diharapkan mampu mengambil peran dalam mendorong pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Ende dan Nusa Tenggara Timur.
