Inovasi Digital: Ujian Berbasis LMS di SMAKN Ende Kurangi Biaya ATK Hingga Ratusan Juta Rupiah

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20251001 WA0002
Suasana pembelajaran berbasis LMS di SMAKN Ende.

Selain aspek efisiensi biaya, penggunaan LMS juga membawa manfaat lain. Guru tidak lagi direpotkan dengan pemeriksaan manual, analisis soal, maupun pengolahan nilai karena semua sudah terintegrasi dalam sistem. Orang tua pun bisa langsung memantau nilai anak mereka melalui aplikasi.

“Guru tidak lagi setengah mati memeriksa soal dan menganalisis nilai. Semua sudah otomatis oleh sistem. Begitu juga orang tua, mereka bisa memantau langsung nilai anaknya,” tambah Rofinus.

Sementara itu, Alsin Pare, Koordinator LMS SMAKN Ende, menuturkan bahwa aplikasi ini juga menunjang pembelajaran hybrid. Guru dapat mengunggah bahan ajar, memberi tugas, hingga menjadwalkan tes yang bisa diakses siswa dari mana saja.

“LMS ini ibarat satu pintu untuk seluruh aktivitas sekolah. Mulai dari pembelajaran, ujian, hingga raport semua bisa diakses. Bahkan administrasi kurikulum seperti RPP dan bahan ajar juga bisa dipantau melalui LMS,” jelas Alsin.

Dengan penerapan LMS, SMAKN Ende membuktikan bahwa digitalisasi pendidikan bukan hanya soal efisiensi biaya, tetapi juga memberikan kemudahan bagi guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung proses belajar mengajar.

Exit mobile version