Melalui cerita tokoh seperti Benni, Momo, dan Lala, anak-anak diajak memahami situasi pascagempa dengan cara yang lebih ringan. Dalam cerita tersebut, istilah “gempa” diganti dengan “bumi yang bergoyang” untuk mengurangi rasa takut pada anak.
“Pesan yang kami sampaikan adalah bagaimana anak-anak bisa tetap tenang ketika terjadi bencana. Melalui cerita, mereka diajarkan gerakan sederhana seperti menunduk, melindungi kepala, dan berlindung di bawah meja,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan, kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan disambut antusias oleh anak-anak. Usai sesi bermain dan bercerita, anak-anak juga menerima bingkisan berupa makanan ringan sebagai bentuk perhatian dan dukungan.
