Ke depan, sekolah juga akan menerapkan jurnal refleksi harian sebagai alat kontrol wali kelas untuk memantau aktivitas belajar siswa di rumah.
Ketua Komite SMA Negeri 1 Ende, Yustinus Sani, menyatakan dukungan penuh terhadap program Kihajar. Ia mengakui bahwa orang tua sering mengalami kesulitan mengatur anak di rumah, sehingga kebijakan ini dinilai sangat membantu.
“Sebagai orang tua kami siap berkomitmen mengikuti proses ini. Apalagi sudah ada edaran dari bupati dan imbauan gubernur soal jam belajar, hanya saja sering kurang pengawasan,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan langkah sederhana seperti pemasangan baliho imbauan tertib belajar di setiap lorong, penjadwalan kelompok belajar, serta peningkatan pemberian pekerjaan rumah (PR) agar siswa terbiasa belajar mandiri.
Sementara itu, Lurah Onekore, Kwirinus Viktor Bae, S.Sos, menegaskan dukungan penuh dari pemerintah kelurahan. Bahkan sebelum program Kihajar diluncurkan, pihaknya telah melakukan penertiban terhadap siswa yang berkeliaran saat jam sekolah.
