“Bahasa adalah cerminan jiwa, martabat, dan kedaulatan sebuah bangsa. Melalui tema yang kita usung tahun ini, kita ingin menanamkan kesadaran bahwa di tangan kalianlah martabat Smanda dan kedaulatan bangsa ini dipertaruhkan,” tegas Simon.
Usai pembukaan, sejumlah perlombaan langsung digelar pada hari pertama. Mata lomba tersebut meliputi pidato Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Inggris, cipta dan baca puisi, serta tarian kreasi tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam lomba pidato, para peserta ditantang menyampaikan gagasan dan argumentasi dengan kemampuan berbicara yang baik. Sementara itu, lomba cipta dan baca puisi menjadi ruang bagi siswa untuk menuangkan ide, perasaan, dan kreativitas melalui karya sastra. Adapun lomba tarian kreasi tradisional NTT mendorong siswa mengekspresikan kecintaan terhadap budaya daerah dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi.
