Ansy Lema Tepis Isu Prabowo Tidak Akan Bantu Kepala Daerah di Luar Koalisi KIM

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000992369

“Saat ini, sosok tokoh politik nasional yang sangat ingin ditemui Presiden Prabowo adalah Ibu Megawati Soekarnoputri yang rencananya akan dilakukan sebelum pelantikan presiden terpilih tanggal 20 Oktober mendatang,” ungkap Calon Gubernur NTT dengan tagline “Manyala Kaka” tersebut.

Berbagai media nasional seperti Kompas.com, misalnya, (https://nasional.kompas.com/read/2024/10/02/08094951/dua-tahun-menanti-prabowo-ingin-bertemu-megawati-sebelum-dilantik-jadi ) pada Selasa, 1 Oktober 2024 lalu usai acara pelantikan Anggota DPR, DPD dan MPR periode 2024-2029, presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan harapannya untuk bisa bertemu Megawati Soekarnoputri sebelum pelantikan Presiden 20 Oktober 2024 mendatang. Senada dengan hal ini, sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Prabowo akan segera bertemu Megawati sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (https://nasional.tempo.co/read/1914363/ahmad-muzani-gerindra-sebut-megawati-prabowo-akan-bertemu-sebelum-pelantikan).

Selanjutnya, Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini juga membeberkan, pada saat pemilihan Ketua DPR RI untuk periode 2024-2029, Prabowo dan Gerindra melalui Wakil Ketua DPR RI dari Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad untuk menggalang dukungan bagi Ibu Puan Maharani sehingga dapat memenangkan kursi Ketua DPR RI Periode 2024-2029 secara aklamasi.

Sebelumnya, santer beredar kabar ada upaya dari KIM untuk merubah Undang-undang No 13 Tahun 2019 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU MD3) agar PDI Perjuangan tidak mendapatkan kursi Ketua DPR RI.

“Kemarin, pemilihan Ketua DPR RI, KIM bilang mereka mau rubah UU MD3 supaya Ketua DPR RI-nya bukan PDI Perjuangan. Ternyata Pak Prabowo perintahkan Gerindra lewat Sufmi Dasco Ahmad untuk menggalang dukungan bagi PDIP sehingga Puan Maharani bisa jadi Ketua DPR RI secara aklamasi,” ungkap Mantan Aktivis 98 itu.

Pasangan Jane Natalia Suryanto itu juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah sosok negarawan yang mencintai Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sehingga siapa pun gubernurnya, dari partai apapun, Presiden Prabowo tidak menutup pintu bagi mereka. Presiden terpilih Prabowo Subianto bukan hanya milik KIM, dan tidak boleh dikerdilkan seolah hanya akan membangun Indonesia, membantu suatu provinsi, jika provinsi tersebut dipimpin oleh politisi yang berasal dari KIM.

Exit mobile version