Sementara itu, dalam pidato penyambutannya, Refafi Gah menyampaikan bahwa baik Ansy Lema maupun Jane Natalie Suryanto adalah dua sosok pemimpin yang telah selesai dengan diri mereka masing-masing. Menurut Refafi, Ansy Lema bersama Jane telah mengerti apa itu kata cukup dan mereka berdua datang untuk melayani masyarakat NTT.
Refafi Gah juga mengungkapkan alasan ia mengikhlaskan posisi Calon Wakil Gubernur NTT kepada Kaka Jane karena ia melihat bahwa masyarakat NTT hari ini, khususnya kaum perempuan membutuhkan pemimpin yang mampu mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan NTT dan pemimpin yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat tanah flobamora.
“Hanura mengambil keputusan untuk mengusung Ansy-Jane yang mampu melakukan perubahan tanpa beban karena mereka sudah selesai mengurusi diri sendiri. Di pundak mereka hanya satu tujuan, yaitu bagaimana membawa NTT ke jalan yang lebih baik. Butuh pemimpin yang benar-benar berpihak pada orang-orang kecil,” tegas Anggota DPRD Provinsi NTT tersebut.
Senada dengan itu, Mery Taneheb Basuki, salah satu warga perempuan yang hadir dalam kampanye politik tersebut mengatakan bahwa paket Ansy-Jane adalah paket pemimpin yang paling komplit untuk memimpin NTT.
Dengan penuh keyakinan, Mery mengatakan bahwa Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto adalah calon pemimpin yang dikehendaki Tuhan untuk membawa cahaya perubahan bagi kaum perempuan NTT.
“Saya seorang perempuan sangat menyukai apa yang disampaikan oleh Bapa Ansy. Ini adalah figur yang paling pas untuk NTT. Bapa Ansy sangat merakyat, dekat dengan rakyat kecil. Buktinya selama di DPR, beliau tulus berjuang untuk rakyat kecil, khususnya petani, peternak, nelayan. Semoga program Bapa Ansy untuk kaum perempuan dan rakyat kecil bisa terealisasi,” tutup Mery Basuki.
