Breaking News: Elias Djo-Marselinus Siku Resmi Diusung PKB di Pilkada Nagekeo 2024

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000856886

Sebagai Ketua Partai PKB pihaknya sangat meyakini, apabila sesuatu yang dimulai dengan konsistensi dan komitmen maka hasilnya pasti baik. Sehingga dari itu, konsistensi dan komitmen atas niat yang dimiliki oleh kedua pasangan Cabup dan Cawabup itu untuk bertarung di kontestasi Pilkada Nagekeo 2024 yang membuatnya tidak patah semangat dalam mengurus segala tahapan proses kedua pasangan calon tersebut.

“Seperti apa yang disampaikan pak Ketua Umum PKB, segala sesuatu dimulai dengan konsistensi dan komitmen, maka hasilnya akan atau pasti baik. Konsistensi dan komitmen inilah yang saya pegang sejak awal dimulainya bapak berdua ini berniat untuk maju di PKB. Saya hampir cape, bolak balik Kupang untuk urus ini tidur pun tak nyenyak makan pun tak enak mungkin inilah awal perjuangan di periode 2024-2029 kita coba mengulangi seperti tahun 2013 kita pernah memenangkan balak Elias,” paparnya.

Politisi senior PKB ini berharap dengan adanya penyerahan SK kepada Elias Djo dan Marselinus Sik, maka mulai sekarang tebarkan salam kepada anak kecil, orang tua, anak muda terutama kepada pemilih milenial dan pastikan orang tua yang hadir hari ini menjadi endors sebagai endors time sebagai marketing sales menjual Emas ini.

“Emas walaupun didalam lumpur dia akan tetap Emas,” tambahnya.

Shafar menambahkan, dengan penyerahan SK DPP PKB itu dapat menjadi senjata ampuh untuk membunuh kezaliman yang selama ini terjadi. Lima tahun menurutnya bukanlah waktu yang panjang sehingga apabila paket Emas mendapat kepercayaan dari masyarakat terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo 2024-2029 maka bekerja semata-mata untuk masyarakat bukan untuk diri sendiri maupun untuk keluarga.

“Dengan saya menyerahkan SK mudah-mudahan ini menjadi senjata ampuh untuk membunuh kezaliman. 5 tahun bukanlah masa yang panjang jadi Insya Allah puji Tuhan. kalau terpilih 5 tahun kerja baik baik tidak usah pikir diri sendiri atau urus keluarga seperti yang kemarin itu tidak jelas, cukup hentikan praktek nepotisme.” ujar Shafar.

Exit mobile version