“Tidak bisa seorang kader mengatakan setelah menjadi DPR atau bupati lalu tidak lagi mengurus partai. Justru dari partai inilah kita menjadi pejabat publik. Tinggal kita mengatur waktu saja,” tegas AHP yang menjabat sebagai Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDI Perjuangan.
AHP juga menyoroti pentingnya peran pengurus partai di tingkat desa dan kecamatan. Menurutnya, struktur di akar rumput merupakan ujung tombak partai karena berada langsung di tengah masyarakat.
“Pengurus di tingkat bawah adalah kekuatan utama partai, karena mereka bersentuhan langsung dengan rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menegaskan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang berpihak kepada masyarakat kecil dan kaum marhaen. Ia mendorong DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende untuk terus mempertahankan posisi sebagai partai rakyat.
Menurutnya, capaian politik yang saat ini dimiliki harus dijaga melalui kerja sama dan gotong royong seluruh struktur partai.
“Kalau diibaratkan pertandingan, kita adalah juara bertahan. Karena itu, soliditas dan kerja bersama harus terus diperkuat,” ujarnya.
