Dihadapan Ratusan Keluarga dan Relawan di Ende, Johni Asadoma Sampaikan Sejumlah Alasan Maju Pilgub NTT

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000788796

RAKYATFLORES.COM | ENDE-Bakal Calon Gubernur NTT, Johni Asadoma melakukan kunjungannya ke Kota Ende, Ibukota Kabupaten Ende, Sabtu 6 Juli 2024. Dia bertemu dengan keluarga dan para relawannya. Dihadapan ratusan keluarga dan relawan yang hadir Johni menyampaikan sejumlah alasan dia maju pilgub NTT 2024 ini.

Mantan Kapolda NTT itu menyampaikan bahwa, keinginan maju di pilgub NTT karena ingin membangun provinsi tersebut dari ketertinggalan. Ia mengaku sebagai seorang atlet yang berprestasi hingga di tingkat nasional dan internasional, ia memiliki sejumlah keunggulan yang ada dalam diri. Salah satunya ia sudah dilatih menjadi seorang yang disiplin.

“Sebagai seorang atlet dia tidak mungkin juara kalau dia tidak disiplin, dia tidak cerdas, dia tidak kerja keras, dia tidak semangat, dia tidak berani. Dia harus memiliki itu semua. Dan itu semua menjadi modal untuk terus berprestasi,” kata Johni Asadoma dalam acara sosialisasi diri dengan keluarga dan relawan di Kawasan Wisata Pantai Kota Raja, Ende, Sabtu 6 Juli 2024 sore.

Jendral polisi (purn) bintang dua itu mengatakan, hal yang sama juga dia lakukan saat bertugas sebagai seorang polisi. Sejak menjadi seorang polisi, ia juga menjalankan tugas baik di dalam maupun di luar negeri dengan penuh tanggungjawab hingga dipercaya menjadi seorang kapolda.

“Tidak semua seorang akpol jadi kapolda. Dalam satu angkatan yang jadi kapolda mungkin hanya 20 orang dari sekitar 200 lebih orang. Artinya kita punya kemampuan. Kapolda juga levelnya sama dengan gubernur. Beban tugas berbeda, tapi lingkup tugasnya sama. Satu provinsi. Gubernur urus pembanguan dan kesejahteraan, kapolda urus bidang keamanan,” terangnya.

Ia menjelaskan, Provinsi NTT masih penuh dengan sejumlah masalah yang memprihatinkan. Kemiskinan masih menjadi momok karena ada diurutan ketiga di Indonesia, masalah stunting, masalah air bersih, masalah pendidikan, dan masalah perdagangan orang menjadi masalah yang sulit diselesaikan oleh pemimpin.

Exit mobile version