Ansy Lema mengakui Anita Gah punya posisi yang kuat untuk menjadi calon wakil gubernur. Namun dia juga mengakui saat ini masih membidik nama-nama lain dari sejumlah tokoh dan terus menjalin komunikasi dengan beebagai partai politik, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
“Ibu Anita adalah seorang politisi demokrat yang telah menjadi anggota DPR RI beberapa periode, kalau tidak salah empat, dan kini akan menjadi anggota DPR lima periode. Dalam survei Mas Burhan tampaknya beliau punya posisi yang baik sebagai bakal calon wakil gubernur. Tetapi ada nama-nama lain juga yang hari ini masuk juga dalam radar kami,” kata alumnus Seminari Pius XII Kisol itu.
Ansy Lema mengungkapkan, dirinya dan PDI Perjuangan sangat berhati-hati menentukan calon wakil gubernur ini, karena menyadari betul bahwa NTT dengan kompleksitas tantangan dan persoalan yang tidak kecil membutuhkan sinergi, kerja sama, dan gotong royong untuk membangun NTT.
“Kami tidak hanya ingin memenangkan kontestasi elektoral ini, tetapi kami harus bisa memastikan bahwa lima tahun ini Gubernur dan Wakil Gubernur NTT harus menjadi dwitunggal yang betul-betul solid, betul-betul kompak, untuk membangun NTT ini,” tegasnya.
