Lebih lanjut, Ansy Lema menyampaikan bahwa untuk menjaga ketersediaan sektor-sektor pendukung pariwisata, terutama pangan, tidak semua kebutuhan dapat disediakan oleh masyarakat Labuan Bajo ataupun Manggarai Barat. Sehingga, butuh semangat kegotongroyongan untuk mendukung keberadaan Labuan Bajo sebagai menu utama pariwisata NTT.
Dalam konteks ini, Politisi Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini mengakui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua periode kepemimpinannya, telah membangun Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium dengan berbagai pembangunan infrastruktur fisik. Yang belum dilakukan adalah membangun sistem pendukung yang menopang ekonomi Labuan Bajo.
“Jangan sampai pemasok pangan untuk hotel serta penginapan di Labuan Bajo didominasi oleh Surabaya ataupun Makassar. Kita harus bisa mandiri untuk memproduksi pangan. Saya ingin seluruh masyarakat NTT bisa mendapatkan efek ekonomi dari Labuan Bajo,” tutup pria dengan tagline “Manyala Kaka” itu.
