RAKYATFLORES.COM | KUPANG-Calon Gubernur NTT Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) mengisahkan beberapa penggalan sejarah hidupnya yang telah membentuk semangat toleransi.
Salah satunya adalah kisah saat menjadi aktivis ’98.
Ansy dikenal sebagai salah seorang pendiri Forum Kota (Forkot) dan Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasl dan Demokrasi (Famred). Sebagai seorang eksponen 98, dia menjadi salah seorang target rezim Orde Baru.
“Saat diburu rezim, kami bersembunyi di tempat Gus Dur, di Ciganjur (Jakarta Selatan),” ungkap Ansy Lema saat berdialog dengan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kupang, NTT, Jumat, 27 September 2024.
Dia menjelaskan, dia bersama sejumlah teman “diselamatkan” oleh rekan-rekan sesama aktivis 98 yang berlatar belakang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Pasangan Jane Natalia Suryanto dalam Pilkada 2024 ini menjelaskan sejarah hidupnya dipenuhi pertautan pengalaman lintas agama yang positif.
