Kunjungi Keluarga Muslim di Alor, Ansy Lema; Saya Yakin Bisa Ada Di Sini Karena Tuntunan Para Leluhur

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001044724

“Saya ketika ingin ke Kalabahi, dipesan oleh orang tua saya harus sampai ke keluarga di sini. Mari kita jaga ikatan darah ini, mari kita jaga tali persaudaraan ini, dan bersama-sama bangun NTT karena NTT adalah milik kita bersama,” ucap Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Sementara itu, rasa haru dan kebahagiaan keluarga muslim di Alor pecah menyambut kedatangan Ansy Lema di Pulau Kenari ini. Salah seorang anak dari Almarhum Haji Dala bernama Ali Hamzah menyampaikan kebahagiaannya atas kedatangan Ansy Lema bersama istri.

“Saya kemarin dengar cucu (Ansy Lema) mau ke sini, saya langsung telpon keluarga semua. Cucu sudah datang ke sini pasti berhasil sudah, dan kalau berhasil harus datang kembali ke sini,” tutur Ali Hamzah.

Kepada Ansy Lema, lelaki lanjut usia itu berpesan untuk selalu mengamalkan nilai-nilai luhur dari Suku Ende Lio yang selalu menjaga sikap dan perilakunya terhadap orang lain. Dirinya juga menyampaikan bahwa jika menjadi seorang pemimpin kelak, Ansy Lema harus mampu merangkul seluruh kelompok, terutama umat muslim.

Ende sebagai leluhur adalah tempat lahirnya Pancasila. Pancasila adalah simbol dari persatuan dan kesatuan Indonesia, termasuk bagi NTT.

“Leluhur kita (Ende Lio) mengatakan bahwa Tuhan ada di bulan dan pemimpin ada di bumi, makanya lahirlah Pancasila di Ende. Makanya di Ende itu orang Katolik, orang Islam baku rangkul, hidup rukun, tidak boleh macam-macam,” tutupnya.

Exit mobile version