Sadar Akan Pentingnya Kehadiran PT, Ansy Lema: Pemimpin Harus Bergaul Dengan Dunia Kampus

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001084937

“Saya tahu betul pentingnya peran kampus dalam riset dan inovasi karena saya sebelumnya adalah seorang akademisi. Saya pernah menjadi dosen di tiga kampus di Jakarta. Tanpa kampus tidak akan ada kemajuan,” jelas Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Karena itu, satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan ini mengakui bahwa ketika dirinya memimpin NTT nanti, kebijakan yang akan ia keluarkan akan melibatkan peran dunia kampus. Segala sisi pertimbangan yang menyangkut dasar pengambilan kebijakan harus kuat dan tepat.

Pasalnya, kebijakan yang tepat akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jika kebijakannya salah, akan berujung pada kemunduran.

“Karena itu, pemimpin tidak boleh jauh dari kampus. Harus dekat. Data valid-akurat, analisis multidimensional dengan dasar pengetahuan harus jadi dasar pembuatan kebijakan publik. Saya sungguh berkomitmen untuk bisa melibatkan para akademisi dalam proses penggodokan kebijakan,” tutur pria kelahiran Kota Kupang ini.

Selanjutnya, Mantan Juru Bicara Ahok itu menerangkan bahwa di masa sekarang, kampus memiliki andil penting dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pembentukan karakter generasi muda, teknologi pertanian-peternakan-perikanan, tatanan sosial, budaya, dan dinamika politik. Untuk itu, ke depan pemerintah provinsi harus menggandeng civitas akademika agar dapat melahirkan riset dan inovasi bagi kemaslahatan bersama.

Dalam konteks NTT, ia menegaskan, karakteristik pertanian NTT adalah pertanian lahan kering. Oleh sebab itu, universitas seperti Undana Kupang dan Kampus Politeknik Ben Mboi, Universitas Pertahanan (Unhan) di Atambua mengembangkan program studi atau prodi budidaya pertanian lahan kering. Para akademisi berupaya untuk melahirkan generasi bangsa yang memahami dengan baik situasi dan kondisi pertanian Tanah Flobamora.

Exit mobile version