Ansy mengatakan, meski terpilih kembali menjadi anggota DPR RI untuk periode kedua, jalan politiknya berubah karena mendapatkan penugasan partai untuk menjadi calon Gubernur NTT. Ia menyakini, dengan menjadi Gubernur, maka akses anggaran akan lebih banyak masuk ke NTT.
“Sehingga kalau dulu, saya lebih banyak memberikan perhatian kepada masyarakat di dapil NTT dua, maka dengan menjadi gubernur, saya bisa memberikan pertanian yang sama besarnya dengan masyarakat di Ende dan Pulau Flores,” ungkapnya.
Untuk diketahui bersama, sejak menjadi anggota DPR RI di Senayan, Ansy Lema telah menunjukan kelasnya menjadi seorang wakil rakyat yang baik dengan gigih menyuarakan kebutuhan masyarakat NTT. Berada di Komisi IV DPR RI membuat dia lebih banyak berurusan dengan para petani, peternak, dan nelayan.
Buah dari perjuangan tersebut menghasilkan ratusan alat pertanian (alsintan) baik itu excavator, traktor roda dua dan empat, dan masih banyak alat-alat pertanian lainnya. Selain itu, program pemberdayaan juga tak luput dari perjuangan mantan aktivis 98 itu. Jika ditotalkan bantuan aspirasi yang diperjuangkan Ansy Lema sebesar Rp. 350 miliar lebih.
Tak lupa Mantan Juru Bicara Ahok ini juga memperjuangkan hak masyarakat adat sebagai sebuah komunitas yang harus diperhatikan pemerintah. Alhasil cagar Alam Mutis tidak jadi diturunkan statusnya oleh pemerintah pusat. Tak itu saja, Ansy juga getol menyuarakan pembangunan di Taman Nasional Komodo yang justru menganggu habitat komodo.
