Tim Kerja Melki-Johni Ngada Terus Berikan Edukasi Politik kepada Masyarakat

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001107715

RAKYATFLORES.COM | BAJAWA-Koordinator Tim kerja Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur  Melki-Joni di kabupaten Ngada Romilus Juji, S.T., bersama Atanasius Hubertus Watungadha  berkomitmen untuk terus memberikan edukasi politik kepada masyarakat di Kecamatan Bajawa sehingga mampu menilai pemimpin yang cocok untuk NTT lima tahun kedepan.

Komitmen ini ditegaskan oleh Atanasius dalam pembagian atribut berupa baju, stiker dan Kalender dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2024-2029 Emanuel Melkiades Lakalena dan Johni Asadoma kepada masyarakat di kampung Beiposo, Desa Beiwali, kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, serta beberapa titik pertemuan lainnya, Kamis 21 November 2024 malam kemarin.

Atanasius mengatakan dengan sisa waktu kampanye dua hari ini tim kerja Melki-Johni di Kabupaten Ngada akan bekerja maksimal untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang tagline dan visi Melki-Johni Ayo Bangun NTT, NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, Berkelanjutan untuk lima tahun kedepan jika rakyat NTT memberikan kepercayaan menjadi Pemimpin di provinsi NTT.

Dengan tagline tersebut Melki-Joni optimis jika terpilih nanti maka program pembangunan dari pusat akan ada keberlanjutannya di provinsi NTT karena koalisi partai pengusung dan pendukung paslon Melki-Joni merupakan koalisi besar yang juga mengusung presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran.

Paket Melky-Johny juga membawa spirit hilirisasi yang juga merupakan program unggulan Pemerintahan pusat. Hilirisasi itu artinya sumber daya alam NTT akan dibawa keluar dari NTT dalam bentuk produk olahan bukan mentah lagi sehingga mendongkrak nilai jualnya. Produk hasil tangkapan perikanan, kelautan, peternakan, dan pertanian yang selama ini dilepas ke luar NTT dalam kondisi mentah kemudian dinaikan nilai tambahnya dengan spirit hilirisasi yang diadopsi dari pusat.

“Tentunya kita berharap dengan spirit hilirisasi yang kita bawa ke NTT dapat membawa NTT keluar dari stigma negatif, tapi ini tentu akan membutuhkan banyak sumbangan pikiran dan kontribusi dari banyak pihak dari NTT,” ungkapnya.

Exit mobile version