Program ketiga, jelas Richard, penguatan kapasitas kelembagaan. Apabila dalam pelaksanaan KKN, para mahasiswa menemukan adanya komunitas, baik itu komunitas petani, komunitas wanita, atau komunitas karangtaruna, kelompok disabilitas atau komunitas lainnya yang selama ini mati suri, maka kehadiran para dosen dan mahasiswa menghidupkan kembali komunitas tersebut dengan penguatan kelembagaan.
“Program penguatan kapasitas kelembagaan ini akan dilakukan oleh dosen-dosen pendamping yang ada di setiap desa lokus KKN,” ujarnya.
Program keempat yang akan dilaksanakan, kata Richard, pihaknya melakukan pengorganisasian masyarakat. Pihaknya akan membuat pemetaan berdasarkan aspek sosiologis masyarakat setempat.
“Misalnya ada sekelompok difabel yang selama ini tidak diurus dengan baik, maka kita buatkan salah satu organisasi khusus untuk difabel. Kalau ada perempuan yang selama ini kritis terhadap desa maka kita buat forum perempuan peduli desa,” jelasnya.
Program kelima, terang Richard, menfasilitasi program dan kegiatan yang ada di desa. Para mahasiswa akan belajar bersama dengan aparat desa. Bagaimana desa merencanakan program kerja sampai dengan monitoring dan evaluasi.
“Jadi mereka belajar dari pemerintah desa khususnya dari aparat desa, dan masyarakat setempat,” jelasnya.
