14 Tahun Mengabdi, Kontrak Tak Diperpanjang: Cerita Pilu Penyapu Jalan di Ende

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250518 114155
Wilhelmina dan Floriana, dua penyapu jalan di Kota Ende yang kontraknya tidak diperpanjang lagi oleh DLH Ende.

“Saya sangat sakit hati. Katanya dana terbatas, tapi kenapa ada orang lain yang dapat kontrak baru? Kami sepuluh orang malah dibiarkan begitu saja,” keluh Wilhelmina.

Lebih mengejutkan lagi, Wilhelmina mendapat tuduhan bahwa dirinya dan rekan-rekannya malas bekerja. Padahal, menurutnya, mereka berhenti karena instruksi langsung dari DLH. Ia pun merasa seolah ditipu oleh instansi tempatnya mengabdi selama belasan tahun.

“Kami disuruh berhenti, bukan karena malas, tapi karena diperintahkan. Kami sudah kerja dari Januari sampai pertengahan Februari, lalu tiba-tiba diminta berhenti,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada nama-nama baru muncul di daftar absensi, padahal orang-orang tersebut tak pernah terlihat bekerja sebelumnya. Hal ini menambah kekecewaannya karena merasa tidak dihargai meskipun sudah bekerja sejak 2012.

Nasib serupa juga dialami Floriana Filomena Mbeo, yang melanjutkan pekerjaan mendiang suaminya sejak dua tahun lalu. Meskipun sempat dilarang bekerja, Floriana tetap menyapu jalanan tiga kali seminggu, berharap pengabdiannya akan diperhitungkan. Namun kontraknya tetap tidak diperpanjang.

Exit mobile version