“Selain Bapak Kanis masih ada tokoh adat lain yang sudah siap menyerahkan lahannya untuk penanaman gamal. Silahkan lahan-lahan tidur itu dimanfaatkan dengan baik,” lanjutnya.
Terkait program penanaman gamal, Kanisius Paga menyampaikan terima kasih karena tanah ulayatnya yang selama ini masih menjadi “lahan tidur” bisa dimanfaatkan untuk penanaman gamal.
“Semoga akan banyak ulayat-ulayat lain mengikuti langkah ini,” tutup Angelo
Di lain pihak, perwakilan Kecamatan Wewaria dan Para kepala desa yang hadir siap melakukan konsolidasi penanam gamal kepada masyarakat. Kepala Desa Ekoae, Dionisius Besu Songgo misalnya menyatakan segera mensosialisasikan program penanaman gamal sampai ke tingkat dusun dan RT. Komitmen serupa datang dari Kepala Desa Mukusaki Fabianus Sandis Siga.
Sementara itu, Abraham Runga Mali yang mewakili Flores Inti Pangan menjelaskan bahwa perusahaannya sudah melakukan kontrak dengan PT PLN Energi Primer untuk memasok biomassa ke PLTU Ropa, Kabupaten Ende dan PLTU Bolok, Kabupaten Kupang.
“Karena itu seiring dengan penanaman, pohon gamal yang eksis bisa ditebang dan dijual ke Flores Inti Pangan. Kami segara mengolah dan mengirimkan biomassa dalam bentuk wood chips ini ke PLTU Ropa,” ungkap Abraham.
