“Masyarakat sudah siap bergotong-royong untuk menutupi kekurangan dana pembebasan lahan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Egon, Lusianus Yanuarius, menyampaikan bahwa pembangunan fisik posyandu akan dimulai pada tahun 2025 dengan menggunakan anggaran dana desa.
“Yang penting saat ini adalah proses pembebasan lahannya. Setelah itu, pembangunannya akan kami tangani melalui dana desa,” jelas Lusianus.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Lukas Lero yang turut berkontribusi sebagai wakil rakyat dan tokoh masyarakat setempat. “Kami pemerintah desa sangat berterima kasih atas perhatian dari Pak Lukas. Ini sangat membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Kabar baik ini disambut antusias oleh warga Natar Geran. Yohanes, salah seorang warga, mengaku senang karena selama ini mereka harus berpindah-pindah rumah warga saat ada pelayanan posyandu.
“Kalau sudah ada posyandu sendiri, kami pasti lebih nyaman dan tidak repot lagi,” katanya.
Senada, Maria, warga lainnya, juga mengungkapkan komitmen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembebasan lahan. “Kami siap gotong-royong demi kesehatan anak-anak kami. Mereka berhak mendapat pelayanan yang layak,” tuturnya.
