Ansel Kaise Reses di Tendambepa dan Romarea, Pemekaran Kecamatan Tanarea Jadi Prioritas Usulan Warga

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
20260305 131829 0000
Anggota DPRD Ende Ansel Kaise saat reses di Desa Tendambepa.

ENDE, RAKYATFLORES.COM-Anggota DPRD Kabupaten Ende, Anselmus Kaise melaksanakan kegiatan serap aspirasi (reses) II masa sidang 2025/2026 di dua desa di Kecamatan Nangapanda, yakni Desa Tendambepa dan Desa Romarea pada, 3-4 Maret 2026.

Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh para kepala desa, anggota BPD, serta masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan di wilayah mereka.

Dalam pertemuan tersebut, politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia itu mengakui bahwa belum banyak aspirasi masyarakat di daerah pemilihan II khususnya di Kecamatan Nangapanda yang dapat diperjuangkan secara maksimal.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Meski demikian, ia menyebutkan sejumlah usulan masyarakat yang telah direalisasikan pemerintah, di antaranya perbaikan ruas jalan Pu’ukungu-Maukaro, pembangunan kembali Jembatan Aeteka yang rusak akibat banjir, rehabilitasi sekolah di SDN Malaara dan SDN Oja, serta pengerjaan ruas jalan Nangamboa-Watumite.

Ansel menjelaskan bahwa pembangunan jalan Nangamboa-Watumite memang bukan berasal dari anggaran Pemerintah Kabupaten Ende. Namun, proyek tersebut terwujud berkat komunikasi dan perjuangan berbagai pihak.

Ia menyebut adanya koordinasi dengan tokoh di tingkat pusat, termasuk Alex Leda, sehingga pembangunan jalan tersebut dapat terealisasi.

“Desa Watumite dan Malaara merupakan bagian dari hidup saya. Meski bukan dana Pemda Ende, tetapi melalui komunikasi dengan berbagai pihak akhirnya jalan tersebut bisa dibangun. Ini merupakan perjuangan bersama, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Di bidang pertanian, Ansel mengakui belum banyak program yang bisa direalisasikan saat ini karena keterbatasan anggaran. Namun, ia memastikan bahwa pada tahun mendatang akan ada program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.

Program tersebut antara lain berupa bantuan bibit tanaman seperti kopi, kemiri, dan komoditas pertanian lainnya. Menurutnya, program ini penting karena banyak tanaman perkebunan milik masyarakat yang sudah memasuki usia tidak produktif sehingga berdampak pada menurunnya hasil panen.

Sementara itu, warga Desa Tendambepa, Nikodemus Nanga, menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD dan pemerintah daerah atas realisasi sejumlah pembangunan infrastruktur meski dalam kondisi anggaran yang terbatas.

Namun ia juga menyoroti kualitas bantuan bibit kopi yang disalurkan oleh Dinas Pertanian Ende pada tahun sebelumnya. Menurutnya, banyak bibit yang mati sehingga bantuan tersebut dinilai kurang bermanfaat bagi petani.

Selain itu, ia berharap pemerintah dapat menempatkan satu penyuluh pertanian di setiap desa agar para petani mendapatkan pendampingan dalam mengelola komoditas perkebunan seperti cengkeh, kopi, dan kakao.

Dalam reses di Desa Romarea, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Desa Tendambepa dan Desa Romarea. Akses jalan tersebut dinilai sangat sulit dilalui saat musim hujan karena kondisi jalan yang licin.

Selain itu, warga dua desa tersebut kembali menyuarakan aspirasi pemekaran wilayah Kecamatan Tanarea sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik bagi sekitar 10 desa di wilayah tersebut.

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Ansel Kaise menyatakan siap memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Namun ia menegaskan bahwa tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Pada kesempatan tersebut, Ansel Kaise juga mengajak masyarakat di kedua desa untuk mendukung program pemerintah pusat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menilai kedua program tersebut memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, sehingga warga diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang ada melalui pelaksanaan program tersebut.

Exit mobile version