“Saya minta data, setiap SPBU dipasok berapa. Kasihan masyarakat, baru antre sebentar, jam sembilan atau sepuluh sudah habis. Kemarin saya tanya, katanya kapal belum sandar. Alasan itu-itu terus, tapi di lapangan masalahnya tidak pernah selesai,” tegasnya.
Dipo Nusantara yang berasal dari Fraksi PKB menutup pernyataannya dengan mendesak manajemen Pertamina untuk sungguh-sungguh mengurus kebutuhan energi masyarakat di NTT, khususnya Flores.
“Saya berharap bapak-bapak pemegang perusahaan di sini jangan main-main urus NTT,” pungkasnya.
