Ia menambahkan, rakorda ini juga menjadi forum strategis untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan pedoman bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dandim 1602/Ende, Kapolres Ende, Ketua TP PKK Ende, serta Kepala BPBD Kabupaten Ende. Rakorda kemudian ditutup dengan simulasi penanggulangan bencana letusan gunung api sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan.
Sementara itu, Bupati Ende Yosef Badeoda dalam sambutannya menegaskan pentingnya rakorda sebagai sarana memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana.
Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Ende memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, baik hidrometeorologi, geologi, maupun non-alam. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat luas,” tegasnya.
