“Obat ini cukup mahal sehingga kami tidak bisa melakukan pengadaan sendiri,” jelasnya.
Adapun tiga jenis bantuan yang disalurkan meliputi racun tikus, obat napel, dan herbisida. Bantuan tersebut diberikan berdasarkan surat permohonan resmi yang diajukan Dinas Pertanian Ende.
Pihaknya juga mengimbau petani agar segera melapor kepada penyuluh pertanian apabila ditemukan serangan lanjutan, sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
Sementara itu, Tokoh Adat (Mosalaki) Wewaria, Satu Seto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende, khususnya Dinas Pertanian yang telah turun langsung membantu petani.
Ia mengaku mengalami kesulitan akibat serangan hama tikus. Bahkan, ia telah empat kali menyiapkan bibit untuk ditanam, namun gagal akibat serangan tersebut.
“Kami sudah mendengarkan arahan dari penyuluh tentang cara pengendalian. Semoga hama tikus bisa segera dibasmi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, ledakan hama tikus kembali terjadi di Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Serangan tersebut mengancam ribuan hektare sawah dan berpotensi menyebabkan gagal tanam hingga gagal panen bagi para petani.
