Ia menjelaskan, masyarakat dapat berkontribusi melalui pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan melalui bank sampah dan kegiatan daur ulang.
Adapun sampah residu perlu ditangani melalui sistem pengangkutan dan pengolahan yang tepat agar tidak mencemari lingkungan.
Sampah Jadi Energi Listrik
Selain mendorong pengurangan dan daur ulang, Dipo menyoroti potensi pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy sebagai salah satu alternatif untuk menangani sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Menurut dia, teknologi tersebut perlu menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu, bukan menggantikan upaya pengurangan sampah dari sumbernya.
“Pengolahan sampah menjadi energi listrik membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari kepastian volume dan karakteristik sampah, kesiapan teknologi, pembiayaan, hingga pengendalian emisi dan pengelolaan residu hasil pengolahan,” kata Dipo.
