Dorong NTT Menuju Energi Hijau, Angelo Tawarkan Energi Biomasa untuk Pemenuhan Listrik di Flores

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001347719
Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako membawakan materi terkait pengembangan biomassa untuk pemenuhan listrik yang dilaksanakan di Aula Paroki Mautapaga, Ende, Sabtu 22 Maret 2025. (Foto: Tommy M. Nulangi).

RAKYATFLORES.COM | ENDE-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Angelius Wake Kako (AWK) mendukung pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Lakalena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma untuk mengembangkan energi hijau di daerah tersebut.

Menurutnya, pengembangan energi hijau sangat cocok di NTT karena memanfaatkan limbah pertanian yang mudah didapatkan. Selain itu, sudah ada sumber pembangkitan yang dibangun oleh pemerintah seperti PLTU Ropa dan PLTA di Km 11.

“Kita harus memberdayakan pembangkitan listrik yang sudah ada. Kenapa harus geothermal kalau sudah ada pembangkit listrik di daerah ini,” ungkap Angelo dalam diskusi publik Geotermal yang diselenggarakan oleh Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ende di Aula Paroki Mautapaga, Kota Ende, Sabtu 22 Maret 2025.

Berdasarkan data dari PLN, penggunaan energi fosil berupa batubara pada pembangkitan listrik di wilayah Flores mencapai 180 ribu ton per tahun dan penggunaan energi minyak mencapai 92,6 juta liter per tahun. Namun penggunaan energi fosil dan minyak berdampak pada peningkatan emisi.

Disaat bersamaan, trend global dalam upaya pemenuhan energi listrik mulai bergeser karena keprihatinan dunia terhadap kondisi bumi. Indonesia telah mengambil bagian dalam perjanjian paris dalam upaya mencapai Net Zero Emission (NZT) pada tahun 2060.

“Jadi untuk konteks Indonesia, komitmen untuk menjaga bumi harus dimulai dengan menggantikan energi fosil dengan energi baru terbarukan. Kita tau bahwa sumber energi baru terbarukan bukan hanya geotermal. Tapi PLN tawarkan proposal geotermal. Ini yang membuat penolakan di lapangan,” ungkapnya.

Exit mobile version