Ia menjelaskan, kehadiran Muhammadiyah didiperkirakan sudah ada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelum tahun 1960. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa, gerakan sayap kepemudaan Muhammadiyah yang melihat seluruh umat muslim dan sebagian dukung hadirnya perserikatan dan juga oleh keluarga besar non muslim pada waktu itu.
Saat ini lembaga amal usaha Muhammadiyah khususnya di bidang perguruan tinggi menjadi bagian yang dirasakan semua elemen masyarakat di Nusa Tenggara Timur tanpa ada perbedaan golongan.
“Bagi kami kader muda NTT, rasa bangga sambut kedatangan Tanwir dan Milad ini menjadi sebuah kehormatan tertinggi kita orang NTT, sebab Tanwir dilaksanakan di Kupang akan melihat persolan yang menjadi rekomendasi-rekomendasi poin penting dalam tanwir,” katanya.
Ia menyampaikan, tanwir menjadi sejarah bahwa Nusa Tenggara Timur siap menerima kegiatan-kegiatan yang berskala nasional termasuk kehadiran Presiden RI ke-8 H. Prabowo Subianto.
Untuk diketahui, dalam tanwir ini Pimpinan Pusat (PP Muhammadiyah) Anggota, Ketua dan Wakil PW PM Se Indonesia, Wakil Pimpinan Organisasi Otonom Tingkat Pusat, Pengurus Aisyiyah se-Indonesia
Pengurus ortom tingkat pusat
Pengelola amal Usaha di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah dan juga sebagian Mentri Kabinet merah putih akan hadir bersama Presiden.
Oleh karena selalu pimpinan Ormas sayap NU GP Ansor NTT mengajak semua pihak kaum muda seluruh elemen masyarakat untuk menyambut Tanwir dan Milad Ke 112 di kota Kupang yang penuh toleransi, kota yang penuh dengan asas budaya dan kekeluargaan tetap bertahan hingga saat ini.
