Pada sesi dialog, tokoh masyarakat Desa Manulondo, Mohamad Ali Oktaviano, menyampaikan aspirasi kepada Julie Sutrisno Laiskodat agar memberi perhatian serius terhadap pengembangan potensi wisata sejarah, khususnya tempat pemandian Bung Karno.
Ia menilai lokasi tersebut sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah yang tidak hanya menjaga nilai historis, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan desa serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Jangan biarkan kami berjalan sendiri. Walaupun kami memiliki dana desa, kami tetap membutuhkan kehadiran negara melalui Ibu Julie sebagai wakil kami di DPR RI,” tegasnya.
Selain itu, Mohamad Ali juga menyoroti belum adanya produk hukum yang secara resmi menetapkan Kota Ende sebagai tempat lahirnya Pancasila. Ia menilai, pengakuan formal melalui regulasi sangat penting untuk memperkuat nilai sejarah tersebut.
“Kami menitipkan pesan melalui Bunda Julie agar memperjuangkan legalitas tempat lahirnya Pancasila. Upacara 1 Juni boleh saja dilaksanakan di Ende, tetapi tanpa ketetapan hukum seperti ketetapan MPR atau undang-undang, hal itu belum memiliki kekuatan yang jelas,” ungkapnya.
