Salah satu masalah yang paling mendesak yang diangkat dalam temu akrab adalah kerusakan jembatan Uma Sawa di Desa Bheramari, yang merupakan akses penting bagi Kecamatan Nangapanda. Warga setempat menekankan bahwa perbaikan jembatan ini sangat penting untuk meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas di daerah mereka.
Selain itu, warga juga menyoroti kendala lain seperti akses jalan ke setiap dusun yang masih jauh dari kata layak. Infrastruktur jalan yang buruk menjadi salah satu hambatan utama dalam aktivitas sehari-hari mereka, terutama dalam mengakses fasilitas-fasilitas penting seperti pasar, sekolah, dan pusat kesehatan.
Ketua IMAN Kupang, Feliksius Jewa Dawi dalam sambutannya saat penutupan kegiatan menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan. Ia berharap kegiatan kemah bakti ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun solidaritas dan meningkatkan kualitas hidup bersama.
“Dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan, masyarakat Desa Jegharangga optimis dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan kemah bakti “To’o Jogho Wangga Sama” di Desa Jegharangga sukses dilaksanakan dengan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga para orang tua.
Suasana kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa dalam setiap kegiatan, menciptakan ikatan yang lebih kuat antar warga desa.
