“Kami meminta agar distribusi makanan, selimut, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya bisa benar-benar terpenuhi di semua titik pengungsian,” tambahnya.
Lebih lanjut, Megi menjelaskan bahwa pada tahap pascabencana, validitas data menjadi hal yang sangat penting. Data yang akurat akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah dalam menentukan kebijakan perbaikan, khususnya terkait pembangunan kembali rumah warga yang rusak.
“Data harus benar-benar valid dan terverifikasi agar tidak terjadi kesalahan sasaran atau bahkan manipulasi. Ini penting agar semua masyarakat yang berhak bisa mendapatkan bantuan,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah desa dan kecamatan untuk bergerak cepat dalam melaporkan kondisi riil di lapangan, sehingga proses pendataan berjalan transparan dan akurat.
Selain itu, pihaknya turut menyoroti pentingnya penanganan trauma bagi masyarakat, terutama akibat gempa susulan yang masih terjadi. Menurutnya, dukungan psikologis sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.
