“Material-material yang dari sana, Surabaya itu telat ke sini. Karena ada bencana seperti itu,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kontraktor berkomitmen mempercepat pengerjaan dengan menambah tenaga kerja dan jam operasional. Alfian optimistis langkah tersebut dapat membantu mengejar ketertinggalan progres pembangunan sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai target.
Ia mengungkapkan, pada awal pengerjaan proyek, jumlah tenaga kerja yang dilibatkan sebanyak 35 orang. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 42 orang dan akan kembali ditingkatkan, termasuk dengan mendatangkan pekerja dari Pulau Jawa.
“Dari awal kerja itu ada 35 orang. Hingga saat ini sudah 42 orang. Dan ini tambah lagi. Kita tambah juga dari pekerja dari Jawa. Kalau pekerja lokal ada 30 orang,” tutup Alfian.
