“Selain jaraknya cukup jauh, kondisi jalan juga rusak dan kurang bersahabat. Karena itu kami fokus menyisir wilayah selatan Ende agar bantuan bisa sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Kepala Desa Sokoria Selatan, Albertus Wanda A, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku warganya baru pertama kali menerima bantuan sejak gempa terjadi.
“Sudah hari ketujuh baru kali ini kami mendapat bantuan. Banyak warga masih tinggal di posko mandiri akibat kerusakan rumah. Kami sangat berterima kasih kepada Komunitas Teman Indonesia Jakarta yang tetap mendroping bantuan meski hingga malam hari,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Eby, salah satu warga Desa Nuamulu. Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat membantu warga di desanya yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan.
“Kami di Desa Nuamulu belum mendapat bantuan sama sekali. Terima kasih karena sudah membantu kami di tiga dusun, yaitu Mbiru, Detukeli, dan Nuamulu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nando Watu mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak warga saat ini tidak hanya sembako, tetapi juga perlengkapan lainnya, terutama bagi anak-anak dan bayi.
