Diakuinya saat ini Pemkot Kupang tengah menyusun roadmap pengelolaan sampah. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) akan dibangun di 6 kecamatan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pengolahan, sehingga masalah sampah diupayakan selesai di tingkat kecamatan. Sampah yang tidak bisa diolah di TPST Kecamatan akan dibawa ke TPST di TPA sebagai filter akhir, sehingga yang dibuang ke landfill benar-benar hanya residu. Pemkot juga akan menempatkan container sampah di 1300-an RT di Kota Kupang.
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Ayodhia G.L. Kalake menjelaskan kerja sama antara GIZ Jerman dan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sudah terjalin sejak lama, sejak masih bernama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Tahun 2025 ini pihaknya mengajukan usulan bantuan instalasi pengolahan sampah di NTT, dengan Kota Kupang menjadi prioritas.
Mantan Penjabat Gubernur NTT itu menegaskan bantuan ini harus menjadi prioritas karena saat ini Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono sudah ditunjuk Presiden Prabowo untuk menangani darurat sampah di Indonesia. Dia juga membuka ruang bagi GIZ Jerman untuk mengeksplore peluang kerja sama lainnya di kota-kota lain di NTT, yang memerlukan perhatian secara khusus.
