MBAY, RAKYATFLORES.COM-Anggota DPR RI Fraksi PKB, Dipo Nusantara Pua Upa, SH, M.Kn, menyoroti serius persoalan sinkronisasi dan akurasi data penerima bantuan dalam penanganan pascagempa bumi Magnitudo 7,7 Flores, khususnya di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Hal tersebut disampaikan Dipo dalam Kunjungan Kerja Tim Pengawas Penanganan dan Penanggulangan Bencana DPR RI di Mbay, Kabupaten Nagekeo, yang dihadiri unsur pemerintah pusat, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten Nagekeo, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait, Jumat (2/10/2026).
Dipo mempertanyakan apakah data masyarakat terdampak yang dimiliki BNPB telah sepenuhnya sinkron dengan data Pemerintah Kabupaten Nagekeo.
“Apakah data BNPB sudah sama dengan data Pemkab Nagekeo? Kalau berbeda, apa penyebabnya dan kapan data tunggal akan ditetapkan?” ujar Dipo.
Menurut Dipo, persoalan data bukan sekadar persoalan administratif. Dalam situasi pascabencana, kualitas data menentukan apakah bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang rumah dan kehidupannya terdampak.
