Ia mengaku setelah menerima ilmu selama pelatihan tersebut, dirinya akan mengembangkan bisnis jamur tiram yang baru saja ditekuninya seperti menambah kapasitas produksi dan menambah pekerja sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Dulu sebelum saya ikut kegiatan, omset saya hanya 2 juta per bulan, tetapi setelah ikut pelatihan selama enam hujan omsetnnya meningkat menjadi 6 juta per bulan,” ungkap Heppy yang juga menjabat sebagai Founder Ngejamur Nangaba ini.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Ende Nur Hidayat kepada rakyatflores.com menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada organisasi pengusaha perempuan Wesa Wonga yang sudah melatih para perempuan Kabupaten Ende menjadi pengusaha.
Bukan tanpa alasan ia memberikan apresiasi kepada organisasi tersebut. Sebab, setelah memberikan pelatihan para peserta juga dibimbing untuk memulai usaha mereka.
“Ideal dari pelatihan memang harus seperti ini outputnya jelas, melahirkan pengusaha perempuan dengan jenis usaha masing-masing. Pemerintah support kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Kedepan, tambah Nur Hidayat, pihaknya akan melibatkan para pengusaha perempuan ini dalam kegiatan ekspo baik yang dibuat oleh pemerintah Kabupaten Ende maupun oleh pemerintah provinsi NTT.
