“Tahun yobel yang dirayakan oleh gereja 25 tahun sekali merupakan tahun rahmat Tuhan, tahun pengampunan dosa agar umat manusia dimurnikan kembali. Karena itu, kami dalam situasi lokal dengan penuh keterbatasan bersama DPP memutuskan untuk melakukan pelayanan di rumah-rumah, di komunitas basis yaitu pelayanan pengakuan dosa, ekaristi kudus, pemberkatan rumah, menyerukan umat untuk berpuasa juga kami arahkan umat untuk terlibat aktif dalam seluruh kehidupan meng-gereja,” ungkap Pater Hendrik.
Ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada umat yang ikut terlibat dalam rangkaian acara ini juga keterlibatan aktif tim DPP dalam kunjungan ini.
Orinus Raga, perwakilan tim DPP yang hadir mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan agenda DPP yang telah disepakati dan dijadwalkan beberapa minggu lalu.
Beberapa hal yang disepakati yakni berkaitan dengan pelayanan Ekaristi, penerimaan sakramen tobat, pemberkatan rumah-rumah umat dan pertemuan bersama tentang keterlibatan aktif umat dalam seluruh kehidupan meng-gereja.
Sedangkan untuk jadwal yang disepakati, Ia mengatakan bahwa tim DPP terbentuk dalam dua kelompok dengan jadwal kegiatan seminggu dua kali kunjungan.
“Kunjungan ini merupakan agenda DPP yang telah disepakati dan dijadwalkan dalam pertemuan DPP minggu lalu. Beberapa hal yang kami sepakati bersama yakni berkaitan dengan pelayanan sakramen tobat, Ekaristi, dan pemberkatan rumah juga pertemuan atau sosialisasi tentang peran aktif umat dalam kehidupan meng-gereja. Sedangkan untuk jadwal, kami bagi kedalam dua kelompok dengan jadwal kegiatan seminggu dua kali kunjungan”, Ungkap Bpk Orinus ini dengan penuh semangat.
