Selain itu, Yayasan Kasih Badeoda juga telah memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti memberi layanan mobil ambulans dan memberikan akses permodalan bagi masyarakat yang memiliki usaha.
Sementara itu, Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan Agung Ende, RD Reginald Piperno menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Kasih Badeoda yang sudah memberikan bantuan kepada sesama saudara korban bencana erupsi Gunung Lewotobi.
“Semoga amal ibadah dan kebaikan dari Yayasan Kasih Badeoda diberkati Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Pastor Paroki St. Martinus Roworeke itu.
Pastor Paroki Roworeke itu mengatakan, posko tersebut dibuka sehari pasca letusan gunung berapi Lewotobi sesuai dengan himbauan dari Yang Mulia Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD.
“Posko ini menerima bantuan dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan para donatur bukan hanya berasal dari Ende tetapi juga dari luar seperti dari Padang, Medan, dan Jakarta. Kita bersyukur banyak sekali yang ikut memberikan bantuan seperti makanan cepat saji yang memang sangat dibutuhkan disana,” ungkapnya.
RD Piperno mengatakan, untuk tahap pertama pihaknya akan menyalurkan bantuan kepada korban erupsi Gunung Lewotobi besok, Jumat 8 November 2024. Posko tersebut dibuka sampai satu bulan kedepan.
