Sang ayah, Sabri Indradewa, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, kehadiran Adit di dunia sepak bola adalah bukti nyata regenerasi dalam keluarga.
“Saya sangat bahagia. Ini regenerasi keluarga. Harapannya tentu dia bisa lebih baik dari saya,” ujarnya.
Sabri sendiri bukan nama asing di lapangan hijau. Ia pernah bermain sebagai gelandang serang (playmaker) di masa mudanya. Kini, melihat anaknya berposisi sebagai bek sayap, ia menyadari bahwa setiap generasi memiliki jalannya sendiri.
“Pelatih melihat potensi yang mungkin saya tidak lihat. Dan ternyata dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” tambahnya.
Sejak kecil, kata Sabri, ia terus membimbing dan mengarahkan Adit. Hal itu dilakukan untuk memastikan bakat yang dimiliki oleh anaknya berkembang dengan baik.
“Awalnya kami lihat anak pertama kami lebih tertarik ke manajemen. Tapi setelah melihat Adit, kami yakin dia punya potensi sebagai pemain,” ungkapnya.
Dengan penuh kesabaran, ia mendampingi Adit dari langkah pertama hingga kini berdiri sebagai pemain muda yang siap bersaing.
