“Lalu kita kemas dengan beat “Badublabat-Gong Waning” khas daerah Sikka yang teman-teman Moodbreaker coba hidupkan dengan instrumen-instrumen paling dekat dengan keseharian dan yang mereka geluti,” ujar Ricky, Senin, 11 Agustus, 2025.
Pantun pada bagian tengah ditulis oleh Ignasius Iksandro, seniman Maumere yang adalah penulis lagu “Wineng.”
Selain menggebuk drum, Ricky juga berperan menambahkan syair indah berbahasa Krowe-Sikka yang berbunyi: “Nian Sikka tana Alok, tana amin riwun ngasun tana menik duden dadin, duden dadin tena meten,” dan “Mogat teri jaga plamang, ia na megu mole mo’ong, megu mo’ong mogat sawen Maumere Manise.”
“Syair ini secara garis besar mau menegaskan kepada kita semua untuk tetap baku jaga-baku sayang,” ucapnya.
Vokalis Knife and Sunflowers ini menambahkan, Moodbreaker juga tengah menggarap beberapa lagu baru. Mereka masih semangat mengeksplorasi musik-musik etno tradisi; suara-suara yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari di Flores.
Tidak butuh waktu lama, Beleleha sudah mulai diputar di tenda-tenda pesta mengiringi masyarakat yang ingin merayakan hidup.
