Kredit investasi: Rp 940 miliar (7,36%)
Kredit modal kerja: Rp 129,43 miliar (1,01%)
Kredit sindikasi & karyawan: Sisanya dari total kredit
Meskipun mengalami pertumbuhan, kredit bermasalah (non-performing loan / NPL) bruto Bank NTT meningkat dari 2,87% menjadi 3,44%. Sementara itu, NPL neto sedikit menurun dari 1,23% menjadi 1,21%, menunjukkan langkah mitigasi risiko kredit yang tetap dijaga.
Pendapatan Operasional dan Simpanan Nasabah
Selain pendapatan bunga, pertumbuhan laba juga didukung oleh peningkatan pendapatan operasional lainnya sebesar 6,48% yoy menjadi Rp 134,62 miliar.
Namun, total simpanan nasabah mengalami penurunan 7,04% yoy menjadi Rp 11,98 triliun. Untuk menjaga likuiditas, sumber pendanaan Bank NTT juga berasal dari pinjaman pihak lain.
Hingga akhir 2024, Bank NTT mencatat:
- Total aset: Rp 16,43 triliun (-5,14% yoy)
- Liabilitas: Rp 13,73 triliun (-7,06% yoy)
- Ekuitas: Rp 2,70 triliun (+2,70% yoy)
Sinergi KUB dengan Bank Jatim, Strategi Perkuat Bisnis
Sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis, Bank NTT resmi bergabung dalam sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) yang dipimpin oleh Bank Jatim.
