Tiga Dekade Mengabdi: Yosefina dan Maria, Potret Perawat dengan Hati yang Tak Pernah Lelah

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
Biru Aesthetic Travel Agent Facebook Cover 20250514 105942 0000
Yosefina dan Maria, dua perawat senior yang menerima penghargaan dari Bupati Ende dalam acara temu akbar peringatan HUT Perawat Internasional di Aula Mautapaga, Selasa 13 Mei 2025.

Ia bersyukur karena selama itu, pihak BLUD RSUD Ende tetap memberikan gaji setara ASN.

Selama tiga dekade, Yosefina telah menghadapi banyak suka dan duka. Ia merasa bahagia saat bisa membantu kesembuhan pasien, tapi juga pernah menerima amarah dari keluarga pasien tanpa alasan yang jelas.

“Kami bekerja sesuai SOP, tapi tetap ada yang tidak puas. Kami terima, karena itulah risiko pekerjaan,” ujarnya tenang.

Kini sebagai perawat senior, Yosefina ingin mewariskan semangat kepedulian kepada generasi muda. Baginya, empati adalah inti dari profesi perawat.

“Pasien kadang tidak butuh obat, mereka hanya butuh dirawat dengan hati,” pesannya.

Dibalik dedikasi itu, ada kegelisahan yang ia rasakan. Banyak lulusan keperawatan di Ende yang kesulitan mendapat pekerjaan karena minimnya fasilitas kesehatan. Ia berharap ada solusi konkret dari pemerintah dan sektor swasta.

“Banyak teman yang akhirnya kerja di apotek, bahkan serabutan. Rumah sakit kita sedikit, padahal perawat makin banyak. Mungkin bisa dibangun RS swasta,” katanya penuh harap.

Exit mobile version