Ia bersyukur karena selama itu, pihak BLUD RSUD Ende tetap memberikan gaji setara ASN.
Selama tiga dekade, Yosefina telah menghadapi banyak suka dan duka. Ia merasa bahagia saat bisa membantu kesembuhan pasien, tapi juga pernah menerima amarah dari keluarga pasien tanpa alasan yang jelas.
“Kami bekerja sesuai SOP, tapi tetap ada yang tidak puas. Kami terima, karena itulah risiko pekerjaan,” ujarnya tenang.
Kini sebagai perawat senior, Yosefina ingin mewariskan semangat kepedulian kepada generasi muda. Baginya, empati adalah inti dari profesi perawat.
“Pasien kadang tidak butuh obat, mereka hanya butuh dirawat dengan hati,” pesannya.
Dibalik dedikasi itu, ada kegelisahan yang ia rasakan. Banyak lulusan keperawatan di Ende yang kesulitan mendapat pekerjaan karena minimnya fasilitas kesehatan. Ia berharap ada solusi konkret dari pemerintah dan sektor swasta.
“Banyak teman yang akhirnya kerja di apotek, bahkan serabutan. Rumah sakit kita sedikit, padahal perawat makin banyak. Mungkin bisa dibangun RS swasta,” katanya penuh harap.
