Tiga Dekade Mengabdi: Yosefina dan Maria, Potret Perawat dengan Hati yang Tak Pernah Lelah

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
Biru Aesthetic Travel Agent Facebook Cover 20250514 105942 0000
Yosefina dan Maria, dua perawat senior yang menerima penghargaan dari Bupati Ende dalam acara temu akbar peringatan HUT Perawat Internasional di Aula Mautapaga, Selasa 13 Mei 2025.

RAKYATFLORES.COM | ENDE-Ada rasa haru sekaligus bangga yang sulit digambarkan oleh Yosefina Uku Abas, seorang perawat di RSUD Ende. Tiga puluh tahun sudah ia menapaki jalan pengabdian dalam sunyi, merawat, menemani, dan mendengarkan keluh kesah para pasien yang datang silih berganti.

“Saya sendiri tidak menyangka, ternyata sudah 30 tahun jadi perawat,” ungkapnya dengan mata berkaca usai menerima penghargaan atas dedikasi tanpa batas dari Bupati Ende, Yosef Badeoda, MH acara temu akbar peringatan Hari Perawat Internasional ke-205 di Aula Mautapaga, 14 Mei 2025.

Yosefina memulai karier keperawatannya usai lulus dari Akademi Panti Rapih Yogyakarta. Ia sempat bekerja di Panti Waluyo Malang selama lima tahun sebelum akhirnya pulang kampung pada 2006 dan mengabdi di RSUD Ende bukan sebagai ASN, tapi sebagai tenaga sukarela. Baru pada 2023, ia resmi diangkat menjadi ASN.

“Meski statusnya sukarela, saya tetap melayani sepenuh hati. Karena dari awal, niat saya bukan sekadar bekerja, tapi mengabdi,” katanya.

Exit mobile version