“Kalau soal BBM, saya minta supaya ditambah kilang, Pak. Karena di sana sudah ada Kodam baru. Ini masalah tahunan, dan kalau musim gelombang, pasokannya sering bermasalah,” jelas Dipo.
Dipo berharap pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM, dapat menaruh perhatian lebih terhadap NTT agar tidak terus tertinggal dari provinsi lain, khususnya dalam hal pemerataan energi dan infrastruktur BBM.
“Kami ingin NTT bisa sejajar dengan daerah lain. Dengan perhatian serius dari pemerintah, persoalan listrik dan BBM bisa segera dituntaskan,” katanya
Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui masih terdapat ribuan desa di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik.
“Masih ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum dialiri listrik. Arahan Bapak Presiden, paling lambat tahun 2029 atau 2030 semua sudah selesai,” ungkap Bahlil.
Ia menegaskan, pemerintah akan memanfaatkan pembangkit tenaga surya (solar panel) untuk mempercepat elektrifikasi di desa-desa terpencil.
Sementara terkait usulan penambahan kilang minyak di NTT, Bahlil menyampaikan bahwa Kementerian ESDM akan melakukan kajian mendalam guna memastikan kebutuhan dan kelayakan pembangunan infrastruktur tersebut.
