Selain memastikan pasokan, Dipo juga meminta Pertamina memperkuat layanan informasi publik, termasuk pemantauan stok secara real-time, peningkatan pengawasan terhadap potensi penimbunan, serta penegakan aturan bagi SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran atau manipulasi distribusi.
“Kita minta ada transparansi dan respons cepat di lapangan. Jika terjadi kendala, masyarakat harus bisa mendapatkan informasi yang jelas, dan Pertamina harus sigap mengatasinya,” pungkas Dipo.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Dipo berharap seluruh wilayah di NTT dapat memperoleh pasokan BBM yang stabil khususnya selama Natal dan Tahun Baru, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan aktivitas publik tetap berjalan lancar.
