Gusti Tetiro Dukung Rencana Pergub Jam Belajar di NTT: Dekati Kaum Muda dengan Buku

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20251017 121648
Agustinus Tetiro.

“Kita pernah memiliki ahli bahasa hebat seperti Gories Keraf dan Jan Parera, sastrawan Gerson Poyk dan John Dami Mukese, penilai sastra Ignas Kleden, wartawati Hermien Kleden dan para wartawan hebat yang tetap bertahan sampai saat ini: Rikard Bagun, Don Bosco Selamun, Abraham Runga Mali, dan masih banyak lainnya. Ini bukti bahwa orang-orang NTT adalah para pembawa terang ilmu pengetahuan bagi bangsa ini. Kita generasi muda tidak boleh terpukul mundur lagi,” jelas Gusti.

Untuk sampai pada kebiasaan membaca secara kreatif dan rutinitas belajar yang produktif, Gusti melihat perlu dan mendesaknya melibatkan sejumlah pihak mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintahan setempat. Hal yang juga penting dalam pandangan Gusti adalah penyediaan buku-buku berkualitas dan sarana-sarana pendukung seperti perpustakaan umum di sekolah dan di setiap kota kecamatan, termasuk adanya fasilitas perpustakaan bergerak dengan menggunakan mobil atau sarana transportasi lainnya.

“Mendekati masyarakat, khususnya kaum muda, dengan buku dan kebiasaan belajar harus mulai dengan contoh. Para pemimpin daerah, para anggota DPRD, para tokoh masyarakat harus sebisa mungkin juga punya kebiasaan membaca buku dan pertanyaan tentang ‘sedang baca buku apa?’ kiranya tidak boleh menjadi pertanyaan yang ganjil,” ungkap Gusti.

Exit mobile version